Industry and startup
experience on entrepreneur forecast performance in new firms-1
(industri dan pengalaman pada
perkiraan kinerja pengusaha dalam
perusahaan baru)
Penelitian ini
meneliti apakah industri dan pengalaman meningkatkan evaluasi bisnis baru oleh
para pengusaha. Banyak sarjana
berpendapat bahwa pengusaha mendapatkan
wawasan penting dari pekerjaan mereka dan pengalaman kewirausahaan yang dapat
meningkatkan penilaian kewirausahaan. Namun, ada juga beberapa hambatan untuk
belajar dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman, yang dapat
membatasi manfaat yang diperoleh dari pengalaman dalam pengaturan
kewirausahaan. Bukti empiris yang menyelidiki peran pengalaman pada ekpektasi
bisnis pengusaha baru tidak menyakinkan, sebagian karena kurangnya ketersediaan
data.
Sementara
pandangan yang berlaku adalah pengalaman yang meningkatkan evaluasi bisnis
baru, menentukan apakah pengalaman benar-benar meningkatkan penilaian
kewirausahaan dan evaluasi bisnis baru memiliki implikasi praktis dan kebijakan
penting. Bukti empiris menunjukkan bahwa sebagian besar bisnis baru gagal untuk
memenuhi harapan kinerja pengusaha yang mereka ciptakan. Investasi modal
keuangan dan tenaga kerja dalam bisnis oleh para pengusaha, karyawan mereka,
dan investor yag ditutup karena mereka tidak mencapai pertumbuhan yang
diharapkan dan keuntungan sering tenggelam. Jika pandangan yang berlaku tidak
di dukung secara empiris, maka dapat dipertanyakan apakah pengalaman harus
dianjurkan oleh akademisi sebagai cara untuk meningkatkan evaluasi bisnis baru.
Argumen utama
yang disajikan dalam penelitian ini adalah bahwa pengalaman kerja dan
kewirausahaan dapat meningkatkan penilaian kewirausahaan dan evaluasi bisnis
baru hanya jika hambatan untuk belajar dan menerapkan pengetahuan yang didapat
diatasi. Disini juga dijelaskan bagaimana individu dapat meningkatkan modal
sumber daya manusia mereka dalam evaluasi usaha baru dari pengetahuan yang
didapat dengan belajar bisnis dan lingkungannya, seperti dari pengalaman industry,
atau dengan learning by doing, seperti dari pengalaman kewirausahaan. Lalu,
diberikan pula penjelasan mengapa pengalaman mungkin tidak meningkatkan
perkiraan kinerja kewirausahaan seperti heterogenitas tugas yang tinggi,
kurangnya umpan balik yang tepat waktu dan teratur, dan bias kognitif.
Dilihat secara
teoritis dan diselidiki secara empiris peran industri dan pengalaman pada
perkiraan kinerja ada 2.304 pengusaha yang telah memulai bisnis baru.
Menggunakan survey dari “The Kauffman Firm Survey” ditunjukkan bahwa pengalaman
industri adalah keterhubungan antara lebih akuratnya harapan pengusaha dan
kurang di bias. Selanjutnya, manfaat dari pengalaman industri terhadap
perkiraan kinerja kewirausahaan lebih besar dalam industry teknologi tinggi.
Temuan ini konsisten dengan pengetahuan tentang pengaturan yang
menginformasikan keputusan kewirausahaan terutama di lingkungan yang sangat
tidak pasti. Namun, berbeda dengan pandangan yang berlaku dalam literature,
tidak ditemukan adanya bukti yang signifikan bahwa pengalaman starup meningkat
kan kinerja kewirausahaan.

0 komentar:
Posting Komentar