Selasa, 19 November 2013

Summary Jurnal "Industry and startup experience on entrepreneur forecast performance in new firms-1"


Industry and startup experience on entrepreneur forecast performance in new firms-1
(industri dan pengalaman pada perkiraan kinerja  pengusaha dalam perusahaan baru)

Penelitian ini meneliti apakah industri dan pengalaman meningkatkan evaluasi bisnis baru oleh para pengusaha.  Banyak sarjana berpendapat  bahwa pengusaha mendapatkan wawasan penting dari pekerjaan mereka dan pengalaman kewirausahaan yang dapat meningkatkan penilaian kewirausahaan. Namun, ada juga beberapa hambatan untuk belajar dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman, yang dapat membatasi manfaat yang diperoleh dari pengalaman dalam pengaturan kewirausahaan. Bukti empiris yang menyelidiki peran pengalaman pada ekpektasi bisnis pengusaha baru tidak menyakinkan, sebagian karena kurangnya ketersediaan data.

Sementara pandangan yang berlaku adalah pengalaman yang meningkatkan evaluasi bisnis baru, menentukan apakah pengalaman benar-benar meningkatkan penilaian kewirausahaan dan evaluasi bisnis baru memiliki implikasi praktis dan kebijakan penting. Bukti empiris menunjukkan bahwa sebagian besar bisnis baru gagal untuk memenuhi harapan kinerja pengusaha yang mereka ciptakan. Investasi modal keuangan dan tenaga kerja dalam bisnis oleh para pengusaha, karyawan mereka, dan investor yag ditutup karena mereka tidak mencapai pertumbuhan yang diharapkan dan keuntungan sering tenggelam. Jika pandangan yang berlaku tidak di dukung secara empiris, maka dapat dipertanyakan apakah pengalaman harus dianjurkan oleh akademisi sebagai cara untuk meningkatkan evaluasi bisnis baru.

Argumen utama yang disajikan dalam penelitian ini adalah bahwa pengalaman kerja dan kewirausahaan dapat meningkatkan penilaian kewirausahaan dan evaluasi bisnis baru hanya jika hambatan untuk belajar dan menerapkan pengetahuan yang didapat diatasi. Disini juga dijelaskan bagaimana individu dapat meningkatkan modal sumber daya manusia mereka dalam evaluasi usaha baru dari pengetahuan yang didapat dengan belajar bisnis dan lingkungannya, seperti dari pengalaman industry, atau dengan learning by doing, seperti dari pengalaman kewirausahaan. Lalu, diberikan pula penjelasan mengapa pengalaman mungkin tidak meningkatkan perkiraan kinerja kewirausahaan seperti heterogenitas tugas yang tinggi, kurangnya umpan balik yang tepat waktu dan teratur, dan bias kognitif.

Dilihat secara teoritis dan diselidiki secara empiris peran industri dan pengalaman pada perkiraan kinerja ada 2.304 pengusaha yang telah memulai bisnis baru. Menggunakan survey dari “The Kauffman Firm Survey” ditunjukkan bahwa pengalaman industri adalah keterhubungan antara lebih akuratnya harapan pengusaha dan kurang di bias. Selanjutnya, manfaat dari pengalaman industri terhadap perkiraan kinerja kewirausahaan lebih besar dalam industry teknologi tinggi. Temuan ini konsisten dengan pengetahuan tentang pengaturan yang menginformasikan keputusan kewirausahaan terutama di lingkungan yang sangat tidak pasti. Namun, berbeda dengan pandangan yang berlaku dalam literature, tidak ditemukan adanya bukti yang signifikan bahwa pengalaman starup meningkat kan kinerja kewirausahaan.

0 komentar:

Posting Komentar